4. Digital Home Recording (part 4 )

Posted on Updated on

MELIHAT ANALOGI SAMPLE RATE
Seperti sudah dibahas sebelumnya, sample rate merupakan angka yang menunjukkan berapa banyak sampel diambil per detiknya untuk merepresentasikan data analog dalam dunia digital. Sampel rate CD Audio adalah 44.100 Hz dan 16 bit. Angka ini berarti setiap detiknya ada 44.100 sample yang akan diambil, dan masing-masing sample memiliki kemampuan variasi sebesar 16 bit (65536 variasi).

002-grafik1

Dua gambar di atas ini bisa memberikan gambaran mengenai penggunaan sampel rate rendah (gambar atas) dan tinggi (bawah). Pada sample rate tinggi, ada banyak data (garis) pendukung yang membentuk kurva analog. Teorinya, semakin banyak sampel pendukung, maka kemampuan data digital dalam mereprentasikan data analog juga akan semakin tinggi (kurva akan memiliki bentuk yang lebih smooth). Semakin sedikit sample rate, maka kurva cenderung kurang smooth dan memiliki efek anak tangga (staircase). Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah.

Sound card untuk keperluan rekaman biasanya memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada sound card consumer pada umumnya. Selain itu, sound card untuk rekaman juga dilengkapi dengan banyak input/ output. Untuk kebutuhan studio sederhana, minimal gunakan sound card dengan 4 input/4 output. Sound card kelas menengah atas ada yang menyediakan lebih dari 8 input/8 output. Konektivitas yang lebih baik (seperti output balanced XLR/TRS, microphone pre-amp dengan Phantom Power 48V, konektor MIDI, dan feature lainnya) juga biasanya hanya ditemukan di sound card untuk rekaman. Anda tidak akan menemukan feature tersebut pada sound card kelas consumer.Sound card untuk rekaman kelas atas biasanya menggunakan dua modul. Satu berupa modul PCI yang harus dipasang di slot PCI dalam PC, sementara modul lain biasanya berupa breakout box eksternal yang akan berfungsi untuk menampung berbagai konektor ekstra.

25-xlr

Monitoring speaker atau headphone biasa digunakan untuk memantau hasil rekaman atau mixing Anda. Kualitas yang baik menjadi mutlak, apalagi untuk pengguna profesional. Dengan speaker monitor yang “bagus”, Anda bisa menentukan komposisi suara (bass, mid, treble, noise, dan sebagainya) dengan benar. Tanpa speaker yang baik dan benar, Anda mungkin akan kesulitan dalam menemukan kelemahan-kelemahan dalam hasil rekaman/mixing. Speaker monitor biasanya berjenis aktif (ada amplifier di dalamnya), magnetically shielded, dan juga memiliki konektor input balanced.

Pengguna advanced kadang suka menggunakan speaker biasa. Tidak ada yang salah dengan cara ini, asalkan Anda sudah mengetahui persis karakter speaker yang digunakan. Namun secara umum, penggunaan speaker monitor lebih direkomendasikan.
Microphone biasa digunakan jika Anda ingin mengambil suara dari luar. Bisa berupa vokal ataupun berupa instrumen alat musik. Perlu diperhatikan bahwa microphone didesain untuk keperluan berbeda-beda, misalkan untuk vokal wanita/pria, untuk cymbal, dan lain sebagainya. Pemilihan microphone yang tepat tentunya sangat disarankan agar kualitas akhirnya menjadi baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s